Kamis, 07 Februari 2008

Matematika dilawan..

UN: Matematika itu penting

Nur Amrin,S.Pd.

Menurut UU No.20 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 3 bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sehingga Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan adalah tantangan yang paling penting dalam pembangunan pendidikan nasional, agar terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Kondisi Prestasi Indonesia sendiri menurut pemeringkatan internasional yang menunjukkan bahwa kualitas SDM Indonesia berdaya saing rendah secara global. Peringkat Indonesia yang rendah dalam kualitas SDM adalah gambaran mutu pendidikan yang tidak menggembirakan. Survei tahun 1999 yang berjudul Third International Mathematics and Science Study-Repeat (TIMSS-R) yang dilakukan oleh International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA) tentang prestasi belajar matematika dan IPA siswa sekolah usia 13 tahun pada 38 negara menunjukan posisi Indonesia tidak menggembirakan. Berdasarkan survey tersebut, prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) para siswa Indonesia berada pada posisi ke-32 untuk IPA dan urutan ke 34 untuk prestasi belajar matematika. Dalam proses Ujian Nasional (UN), sebagian besar siswa tidak lulus karena nilai matematikanya di bawah standar kelulusan.

Peringkat ke-34 pada prestasi belajar matematika bukan data yang tanpa alasan. Karena semua tahu bahwa matematika sudah di anggap pelajaran yang sulit dipahami oleh sebagian banyak siswa. Matematika dianggap sebagai pelajaran yang di asumsikan gurunya galak, banyak hitungannya, dan bahkan tak ada gunanya. Hal inilah salah satu akibat matematika susah di pahami, karena tidak adanya perasaan senang terhadap pelajaran. Rasa senang sangat penting kaitannya dengan belajar, karena merupakan motivasi instrinsik siswa untuk belajar dengan kesadarannya.

Matematika dalam UN

Pada Ujian Nasional (UN) matematika di anggap sebagai pelajaran yang cukup diperhitungkan dan menjadi salah satu indikator kelulusan siswa. Kenapa matematika dijadikan indikator kelulusan?. Matematika itu penting! Napoleon Bonaparte pernah berkata ”bayangkan satu hari saja, bagaimana kondisi dan situasi dunia apabila manusia kehilangan kemampuan matematika”. Sudah pasti dunia akan kacau, karena kita tidak lagi mengenal angka atau uang, mengenal aljabar, dan bahkan kita tidak tahu bahwa tuhan kita satu. Jangan sampai terjadi bayangan kita ini! Kita harus akui bahwa matematika penting.

Menurut Mulyasa (2004:21) “Secara mikro pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beretika (beradab dan berwawasan budaya bangsa Indonesia), memiliki nalar (maju, cakap, cerdas, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab), berkemampuan komunikasi sosial (tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif, dan demokrasi), dan berbadan sehat sehingga menjadi manusia yang mandiri”. Dalam membentuk manusia yang memiliki nalar, bisa di kembangkan dengan memiliki kemampuan matematika. Karena menurut Kurikulum matematika 2004 tujuan pembelajaran matematika adalah: Pertama, Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikian, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsistensi. Kedua, Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba. Ketiga, Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan.

Oleh karena itu, matematika salah satu pelajaran yang sangat penting yang perlu dikembangkan dengan baik di sekolah, kemudian dijadikan pelajaran yang diperhitungkan terhadap kelulusan siswa dalam UN. Sekolah sebagai lingkungan belajar terbaik siswa harus mampu mengelola sumber daya yang ada ke arah pemahaman dan kompetensi siswa dalam pelajaran matematika. Harus tertanam dalam semua elemen sekolah bagaimana kegunaan matematika dalam memecahkan persoalan sehari-hari dan persoalan ilmu pengetahuan. Sekolah harus memberikan perhatian khusus dalam pengembangkan prestasi belajar matematika siswa.

Belajar Matematika

Belajar matematika memang tidak mudah, namun bisa dipelajari dan dipahami. Arah dan cara pemahaman matematika harus kita ketahui, jangan sampai salah mempelajari matematika dan menjadikan matematika menjadi pelajaran yang abstrak. Yang salah dalam mempelajari matematika adalah siswa hanya menghafal rumus-rumus yang ada, tanpa memberi arti dan makna atas apa yang mereka pelajari. Kemudian siswa melakkukan latihan soal. Dalam mempelajari matematika yang terpenting adalah rasa cinta dan senang terhadap pelajaran matematika, karena ini merupakan motivasi instrinsik yang harus ada dalam mempelajari matematika. Matematika adalah pelajaran yang bermakna, karena rumus yang ada di buat atas dasar masalah yang telah ada di masa lalu dan mungkin ada di masa depan. Oleh karena itu menurut Brownell bahwa “belajar matematika harus merupakan belajar bermakna, dalam arti setiap konsep yang dipelajari harus benar-benar dikuasai dan dimengerti sebelum sampai pada latihan atau hafalan”. Oleh karena itu dalam mempelajari setiap materi matematika, siswa harus paham benar tentang arti, konsep, dan makna pelajaran yang akan dipelajarinya. Setiap materi matematika pasti punya makna dan konsep dan itu semua diperuntukan untuk membantu pelajaran selain matematika dan memecahkan sebagian permasalahan kehidupan.

Setelah menguasai konsep materi siswa diharapkan banyak berlatih soal dan berdiskusi dengan temannya. Karena matematika tidak cukup dipahami hanya dengan hafal rumus atau materi yang disampaikan guru di kelas. Harus ada usaha positif dari siswa untuk melatih berpikir dan pemahaman matematika. Dalam setiap latihan soal siswa juga diharapkan untuk mampu memahami materi sebelumnya atau materi yang berkaitan dengan apa yang sedang dipelajari. Dengan latihan soal yang dilakukan, maka siswa akan terbiasa menghadapi soal-soal matematika baik yang sulit atau mudah.

Pembelajaran matematika

pendekatan pembelajaran menurut Kurikulum matematika 2004 hendaknya mengikuti kaidah pedagogik secara umum, yaitu pembelajaran diawali dari kongkrit ke abstrak, dari sederhana ke kompleks, dan dari mudah ke sulit, dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Belajar dan mengajar matematika memang tidak mudah, namun apabila dilakukan dengan baik serta mengetahui tentang arti, konsep, dan makna pelajaran matematika maka akan dirasakan mudah. Penguatan konsep merupakan satu keharusan dalam proses pemahaman matematika kepada siswa. Karena menurut hasil penelitian pada tahun 2000 yang dilakukan oleh Basuki Rachmat dalam pemahaman matematika, Secara umum baik sebelum remedial dan sesudah remedial jenis kesalahan yang dilakukan siswa adalah kesalahan konsep, kesalahan operasi dan kesalahan ceroboh, dengan kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan konsep.

Sedangkan menurut Menurut Jarome Bruner bahwa “belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan pada konsep-konsep dan struktur-struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan disamping hubungan yang terkait antara konsep dan struktur-struktur”. Oleh karena itu, penguatan konsep merupakan hal yang paling penting dalam pembelajaran matematika agar siswa mampu dipahami oleh siswa.

Pembelajaran yang menyenangkan juga akan membuat siswa senang belajar matematika. Banyak cara yang mungkin bisa dilakukan oleh guru dalam pembelajaran, mulai dari variasi model sampai penggunaan alat peraga matematika. Kesan guru matematika yang dikenal killer harus dihilangkan dalam pikiran semua siswa, tentu saja semua dibuktikan dengan sikap guru yang mempunyai kepribadian yang baik di mata siswa.

Mari bersama tumbuhkan daya nalar siswa, sebagai dasar pengembangkan intelektualitasnya menuju masa depan yang penuh persaiangan. Karena tanpa kemampuan nalar, siswa tidak akan terbiasa berpikir logis dan tidak cepat mengambil keputusan dalam setiap masalah. Semua ini perlu usaha nyata berbagai pihak demi penciptaan SDM yang berkualitas.Education for all.

Penulis,

Mantan Ketua HMJ Matematika FKIP UNTIRTA.

Tidak ada komentar: