IBU: Anakmu kini telah dewasa
(sebuah
Nur Amrin
Wahai para Ibu! Anak- anakmu memang tidak melihat bagaimana jerih payahmu melahirkan, merawat, dan membesarkan mereka. Tapi mereka tahu semua pengorbanan yang telah engkau lakukan, merekapun kini telah bisa melihat para ibu selain engkau yang sama-sama pernah melahirkan seorang anak. Anak-anakmu juga memang tidak ingat bagaimana usaha-usahamu melindungi mereka ketika masih bayi, menjaga kesehatannya dengan memilih makanan yang engkau makan ketika masa menyusui, menjaga badannya dari gigitan nyamuk, bangun di malam hari ketika mereka lapar, dan selalu menjaga kenyamanan tidurnya. Kini anak-anakmu sudah bisa melihat yang pernah mereka alami ketika masih bayi, ternyata pengorbananmu sangat tak tehingga wahai para ibu.
Ketika anak-anakmu sudah bukan bayi lagi, tidak selalu disamping dan dalam pelukanmu, ternyata engkau masih melindunginya dan kasih sayangmu tetap terjaga. Engkau tetap ingin selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anakmu. Engkau bahkan rela menghabiskan hari-harimu untuk memperhatikannya. Memberikan makanan yang terbaik bagi anak-anakmu, memberikan pakaian yang bersih untuknya, dan menyekolahkannya di tempat yang terbaik . Ibu, engkau wanita terbaik atas semua pengorbananmu.
Wahai para ibu! Hari demi hari engkau terus membimbing anak-anakmu untuk menjadi generasi yang taat kepada ALLAH, berbakti kepadamu, dan berguna bagi bangsa dan negara. Nasehat demi nasehat engkau berikan dan seakan-akan tak pernah lelah pula memberikan perhatian pada anak-anakmu. Mengajari anak berbicara, berjalan, dan banyak lagi ilmu yang engkau berikan pada anak-anakmu. Engkau bahkan rela memberikan yang engkau punya untuk anak-anakmu.
Wahai para ibu! Maafkan anak-anakmu jika terlalu nakal ketika masih kecil, maklumkan anak-anakmu. Karena mereka masih menemukan jati dirinya. Mungkin engkau masih ingat bagaimana tingkah laku anak-anakmu ketika masih kecil. Mungkin banyak kata-katamu yang mereka tidak hiraukan, mungkin banyak perintahmu yang tidak mereka laksanakan, dan mungkin banyak laranganmu yang mereka langgar. Maklumi anak-anakmu dan maafkan anak-anakmu. Anak-anakmu masih belum dewasa dan belum tahu apa yang terbaik bagi mereka seperti kata-katamu. Janganlah pernah lelah meluruskan anak-anakmu ke jalan yang benar sesuai keinginanmu, karena anak-anakmu yakin engkau tak pernah lelah membimbing mereka meraih segala cita-cita dan keinginannya.
Maafkan anak-anakmu, teruslah menyayangi!
Kini sebagian anak-anakmu telah dewasa, sudah bisa membedakan mana yang baik dan benar. Maafkan anak-anakmu, ternyata dunia telah menggelapkan mata hati anak-anakmu untuk beribadah kepada ALLAH yang telah menciptakan kita, atau bahkan telah tidak peduli nasehat-nasehatmu. Kini lingkungan banyak merubah watak dan perilaku anak-anakmu ketika dewasa. Mungkin benar apa kata lagu bang haji Rhoma Irama bahwa ”darah muda darahnya para remaja, yang selalu merasa gagah dan tak mau mengalah”. Kini anak-anakmu merasa telah dewasa dan ingin menjalani hidup sesuai keinginannya, padahal mungkin anak-anakmu masih terus ingat nasehat-nasehatmu untuk menjadi orang yang berguna.
Ketika anak-anakmu dewasa, maafkan mereka jika tidak tumbuh menjadi manusia yang sesuai dengan keinginanmu. Bahkan sebagian anak-anakmu kini berani melawanmu dan mungkin memarahimu. Walau mungkin anak-anakmu tahu bahwa ALLAH SWT pernah bersabda ”dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan ”ah” dan janganlah kamu membentak dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”(Q.S. Al Isra:23). Benar wahai para ibu, ALLAH telah melarang umat_nya untuk melawanmu dan harus bersikap sopan dan patuh kepadamu. Maafkan mereka jika kini mereka masih melawanmu. Yakinlah bahwa ALLAH tahu semua pengorbananmu dan akan menempatkanmu di sisi-NYA. Amin.
Wahai para ibu! Kini zaman telah berubah, globalisasi telah menjadikan anak-anakmu lebih suka nonton sinetron remaja daripada membaca AL-Quran, karena mungkin memang sinetron remaja lebih banyak daripada tayangan keagamaan. Atau mungkin sekarang kebanyakan anak-anakmu sudah tidak ingin menimba ilmu di pondok pesantren, dan memilih mengikuti les-les keduniawian. Kini anak-anakmu mungkin telah ternoda oleh pesatnya arus informasi yang sudah tahu apa itu pergaulan bebas, dan berani melakukanya. Apa itu narkoba, dan berani mencicipinya. Maafkan mereka wahai para ibu! Tetaplah terus bimbing anak-anakmu ke arah yang benar, jalan yang di ridhoi oleh ALLAH SWT.
Wahai para Ibu! Maafkan anak-anakmu yang kini telah dewasa ternyata tumbuh menjadi manusia yang belum mampu memenuhi segala keinginanmu. Maafkan anak-anakmu jika pengorbanan yang engkau telah lakukan belum membuahkan hasil yang baik terhadap anak-anakmu. Yakinlah! Bahwa dengan usaha-usaha terbaikmu, doa-doamu, dan kasih sayangmu ALLAH pasti memberikan yang terbaik bagi anak-anakmu. Oleh karena itu wahai para ibu, tetaplah bimbing anakmu, sayangi mereka, dan jangan pernah lelah! Seperti ketika engkau menyayangi anak-anakmu sewaktu bayi.
Terima kasih para ibu, teruslah menyayangi!
Anak-anakmu yakin bahwa jasa-jasamu tidak akan terbalas oleh apapun. Segala pengorbanan, kasih sayang, dan usaha-usahamu untuk anak-anakmu tidak mampu digantikan oleh apapun. Jerih payahmu merawat anak-anakmu ketika masih bayi, dan bahkan kini telah dewasa, kasih sayangmu tidak pernah terhenti. Terima kasih wahai para ibu.
Rasulullah pernah bersabda bahwa ”surga ada di bawah ditelapak kaki Ibu” (Al-Hadist). Ketika belum dewasa, anak-anakmu mungkin berpikir untuk mencari surga ditelapak kakimu, atau bahkan ingin mencuci kakimu tiap hari agar surga menjadi miliknya. Kini setelah anak-anakmu dewasa, ternyata pikirannya salah yang seharusnya berbakti kepadamu dan mengikuti semua nasehat-nasehat baikmu jika inginkan surga. Jika Crisye dan Ahmad Dani berkata melalui lagunya ”Jika surga dan neraka tak pernah ada, mungkinkah kau bersujud kepada-NYA” menjadi filosopi anak-anakmu. Akankah anak-anakmu tetap berbakti kepada ALLAH dan kepadamu?. Ternyata ALLAH maha pemurah! Ketika anak-anakmu berbakti kepadamu karena kasih dan sayangmu terhadap anaknya, ALLAH memberikan pahala yang tidak terhingga, yaitu surga! Seperti sabda Rasulullah ”seorang yang patuh kepada ALLAH dan berbakti kepada orangtuanya, maka tempatnya di perumahan para illiyun kelas tertinggi” (HR. Ad-Daelami dalam musnad Firdaus). Kemudian ALLAH memberikan kelebihan bagi anak-anakmu yang dapat menghormati dan berbakti kepada orangtuanya, yaitu sebuah doa yang diucapkan oleh orang tua tidak akan ditolak oleh ALLAH. Sungguh istimewa dirimu wahai para ibu dimata ALLAH. Ketika anak-anakmu mengabdi dan patuh kepadamu atas semua kasih sayang dan pengorbananmu, ALLAH membalas pengabdian anak-anakmu.
Wahai para ibu! Kini sebagian anak-anakmu telah dewasa dan sudah bisa melihat pengorbanan yang telah engkau berikan. Kini anak-anakmu dituntut untuk berilmu tinggi jika tidak ingin tersingkir di zaman yang penuh persaingan ini. Sekarang anak-anakmu harus menjadi anak yang pintar dan berilmu jika ingin sukses, karena Rasulullah pernah bersabda ”barangsiapa yang ingin sukses di dunia, hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa ingin sukses di akherat, hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa ingin sukses di dunia dan akherat, hendaklah dengan ilmu”(Al-hadist). Ini meyakinkan kepada anak-anakmu agar terus dan terus dan tidak bosan mencari ilmu, karena itu semua adalah kewajiban bagi semua muslim baik perempuan maupun laki-laki.
Wahai para ibu! Anak-anakmu yakin engaku tidak akan membiarkan anak-anakmu terpinggirkan di zaman yang penuh persaingan ini dan selalu ingin melihat anak-anakmu menjadi yang terbaik. Anak-anakmu juga yakin bahwa pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi anak-anakmu agar taat kepada ALLAH, berbakti kepadamu, dan berguna bagi sesama. Anak-anakmu juga yakin bahwa engkau akan selalu memberikan pendidikan dan sekolah terbaik baginya, agar menjadi generasi masa depan yang baik. Karena pewaris Bangsa ini adalah anak-anakmu. Bangsa ini akan mewariskan masalah sekarang dan juga masalah-masalah masa depan bagi anak-anakmu. Oleh karena itu wahai para ibu, pendidikan adalah dasar bagi anak-anakmu menjalani kehidupan dan zaman yang penuh dengan persaingan, tantangan, dan cobaan seperti sekarang dan masa yang akan datang.
Wahai para ibu, semoga engkau selalu memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anakmu. Anak-anakmu yakin tidak harus memohon agar engkau memberikan pendidikan terbaik bagi mereka, karena engkau pasti melakukannya. Seperti engkau ikhlas merawat anak-anakmu sewaktu kecil. Kini sebagian anak-anakmu telah dewasa dan masih ingin terus belajar, bahkan mungkin sampai negeri Cina.
Maafkan anakmu ini wahai para ibu, jika surat ini membuatmu marah, sakit hati atau kecewa. Ini hanya sebuah ungkapan hati anakmu yang kini telah dewasa, namun mungkin belum terlalu pintar untuk berbicara dan menulis surat. Semoga para ibu memakluminya, seperti maklumnya engkau, ketika anak-anakmu membangunkanmu di malam hari ketika masih bayi. Sekali lagi maafkan segala khilaf dan salah anakmu ini! Jika dalam surat ini banyak kesalahan yang mungkin membuatmu kecewa pada anakmu ini, padahal anakmu telah dewasa. Semoga ibu memakluminya, karena kebenaran sejati hanya datang dari ALLAH SWT. Benarkan bu!
Penulis,
Penggagas Forum Angkatan Muda Peduli Pendidikan (AKADEMIK)
Yang masih haus kasih sayang seorang ibu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar