Kamis, 07 Februari 2008

pemuda untuk Bangsa

“SAATNYA KAUM MUDA MEMIMPIN”

Kami di sini berjuang

Membangun Bangsa

Dengan segenap kemampuan kami

Berharap Bangsa ini sejahtera.

Kami ada di sini karena,

Kami berhutang pada Tuhan

Kami berhutang pada Negeri

Kami berhutang pada diri

Kami di sini karena

Kami pernah bernyanyi

Padamu Negeri kami berjanji

Padamu Negeri kami berbakti

Padamu Negeri kami mengabdi

Bagimu Negeri jiwa raga kami.

Karena itu, kami di sini

Dengan akan sehat, dan hati nurani

Dengan segenap kemampuan

Ingin membangun Bangsa, Indonesia tercinta kami

Masa Muda Sebelum Tua

Rasulullah Saw telah mengisyaratkan untuk selalu mawas diri dalam setiap detik kehidupan dan menggunakan waktu serta tenaga dengan sebaik mungkin. Sebagaimana sabda Nabi Saw;

“Gunakanlah lima kesempatan sebelum datang lima hal yang lain. pergunakanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehat sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang miskinmu, senggangmu sebelum sibukmu, dan masa hidupmu sebelum matimu”.

Rasulullah Saw meletakan masa muda sebagai peringatan pertama mendahului peringatan yang lain, karena pesona gelora generasi muda merupakan sebuah periode potensial yang sangat menentukan bagi perkembangan hidup manusia selanjutnya. Pada masa muda, manusia sedang berada dalam kondisi yang sangat fit dan segar, baik secara fisik, psikologis,maupun daya pikir. Secara fisik, kaum muda memiliki tubuh yang masih kuat, sehingga mampu melakukan berbagai jenis ibadah. Demikian pula dengan panca indera, mata masih tajam dan telinga masih peka, sehingga masih mudah menerima respon dari luar dirinya.

Ringkasnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh kaum muda, mereka mampu beribadah sebaik mungkin dan berkontribusi untuk Bangsa ini. berbeda hal dengan manusia yang sudah beranjak tua, tubuh sudah ringkih, tenaga semakin berkurang, mata sudah redup, telinga mulai terganggu, dan segala pekerjaan terasa semakin berat. Saatnya kaum sepuh dan orang tua berada di samping kaum muda, memberi nasehat dan berbagi pengalaman. Menyongsong kaum muda untuk berbakti, mengabdi, dan memberikan kesempatan kaum muda untuk membangun Bangsa ini.

Generasi Muda Memimpin.

Generasi muda sering disebut sebagai pewaris Bangsa, penerus perjuangan. Namun kini generasi muda umumnya hanya hiasan pesta dan bahkan hanya menjadi penonton tanpa kontribusi. Jika Presiden pertama kita pernah berkata “Saya Hanya butuh 10 pemuda untuk membangun Bangsa ini”, maka itu adalah kobaran api semangat agar para pemuda benar-benar berkontribusi membangun Bangsa ini. saatnya bukan hanya 10 pemuda yang bergerak, tapi seluruh generasi muda Negeri ini bergerak dengan kepedulian dan hati nurani membangun Bangsa ini, mengisi setiap sendi kehidupan dengan intelektualitas, karya, dan siap memimpin Bangsa ini.

Kini saatnya kaum muda benar-benar memmfungsikan diri sebagai “khalifatul ardh”, membangun tatanan kehidupan yang bersendikan keadilan, menjungjung tinggi akhlak mulia, menghormati hak dan kewajiban, mendorong proses peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan, dan menjadikan Bangsa ini bermartabat.

Nasib Bangsa kini tidak menentu, kemajuan dialami sebagian masyarakat, sebaliknya kenestapaan menimpa sebagian besar masyarakat, termasuk di Banten tercinta kita. Aspek kehidupan masih dipasung oleh kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Akhlak Bangsa kita kian merosot, korupsi jadi budaya tidak berpikir investasi setelah mati. Penyakit kleptokrasi menjadi budaya birokrasi, tanpa punya harga diri.

Menangkap fenomena di atas, apakah kita kaum muda pewaris Bangsa hanya diam dan siap diwariskan peradaban Bangsa yang kotor dan system yang rusak. Mari bersama membangun peradaban Bangsa ke arah yang benar, bersendikan nilai-nilai kejujuran dan moralitas. Peradaban yang harus di mulai oleh kaum muda pemberani, berintelektual, jujur, bersih, dan peduli akan nasib Bangsanya. Saatnya generasi muda menunjukan Taring kepedulian dan semangatnya untuk menjadikan Bangsa ini bermartabat. Bergerak membangun di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara.(RF Center)*

Tidak ada komentar: